Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan IPB Siapkan Kurikulum Baru: Integrasi Keilmuan dan Tantangan Global
Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan IPB Siapkan Kurikulum Baru: Integrasi Keilmuan dan Tantangan Global
Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan (ESL) IPB University tengah mempersiapkan pengembangan kurikulum baru yang lebih adaptif dan responsif terhadap dinamika global dan kebutuhan pasar kerja. Kurikulum ini menekankan integrasi keilmuan dengan pendekatan praktis yang relevan, sejalan dengan visi membangun ekonomi berkelanjutan dan berkeadilan.
Dalam perancangan kurikulum baru ini, Departemen ESL mengadopsi pendekatan “Doughnut Economy” — sebuah konsep yang menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, keadilan sosial, serta kelestarian lingkungan dan sumber daya alam. Paradigma ekonomi ini merespons tantangan global seperti krisis sumber daya, perubahan iklim, dan ketidaksetaraan sosial.
Selain itu, pendekatan “Comprehensive Neo-Schumpeterian Economics” (CNSE) turut diadopsi, menekankan inovasi dan adaptasi dalam menghadapi ketidakpastian masa depan. Kurikulum ini juga akan memperkenalkan mata kuliah baru yang mencerminkan isu-isu kontemporer, seperti ekonomi digital, ekonomi kesehatan dan epidemiologi, hingga ekonomi karbon dan ekonomi biru-hijau.
Komponen inti tetap dipertahankan, mencakup ekonomi mikro-makro, kuantitatif (matematika, ekonometrika, pemodelan dinamis), serta valuasi ekonomi dan neraca sumber daya alam. Di samping itu, ditambahkan mata kuliah pendukung seperti analisis keberlanjutan, ekonomi perilaku, analisis risiko sumber daya, serta politik dan kelembagaan.
Tidak hanya teori, kurikulum baru juga menekankan penguatan keterampilan praktis dengan berbagai metode pembelajaran modern. Mahasiswa akan dibekali pemodelan sumber daya dan lingkungan, machine learning, data mining, serta analisis kebijakan berbasis bukti. Pengalaman lapangan juga menjadi fokus, termasuk program studi lapangan, magang, pertukaran mahasiswa internasional, dan riset kolaboratif di tingkat nasional maupun global.
Dengan transformasi ini, Departemen ESL berharap mampu mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki pemahaman ilmiah yang kuat, tetapi juga keterampilan praktis dan pemikiran kritis yang siap menjawab tantangan dunia nyata.