+622518621834 esl@apps.ipb.ac.id

Resource And Environmental Economics

Strategi Bioekonomi Uni Eropa: Instrumen Utama untuk Mengatasi Perubahan Iklim dan Mendorong Ekonomi Sirkular

Berita

Strategi Bioekonomi Uni Eropa: Instrumen Utama untuk Mengatasi Perubahan Iklim dan Mendorong Ekonomi Sirkular

Profesor Astrida Miceikienė, seorang ahli dalam kebijakan bioekonomi, ekonomi pertanian, dan pembiayaan perubahan iklim—yang saat ini menjabat sebagai Rektor Vytautas Magnus University Agriculture Academy—berbagi wawasan mengenai riset dan implementasi bioekonomi di seluruh Eropa kepada sivitas akademika IPB University.

Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa salah satu respons yang paling menjanjikan dan strategis terhadap tantangan global—seperti perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan tekanan terhadap sumber daya alam—adalah bioekonomi. Model ini memanfaatkan sumber daya hayati terbarukan dari darat dan laut untuk memproduksi pangan, energi, dan bahan secara berkelanjutan. Dalam konteks ini, Strategi Bioekonomi Uni Eropa telah menjadi contoh utama bagaimana kebijakan dapat menyelaraskan pembangunan ekonomi dengan keberlanjutan lingkungan. Uni Eropa memberikan insentif kepada para petani di seluruh Eropa untuk mengadopsi teknologi baru dan meningkatkan kesadaran lingkungan dalam proses produksi mereka.

Namun, di Indonesia—terutama bagi investor dan pelaku di sektor pertanian—adopsi teknologi baru masih menjadi tantangan besar. Banyaknya jumlah petani skala kecil, ditambah dengan prosedur regulasi dan birokrasi yang kompleks, sering kali menghambat inovasi dan memperlambat penerapan praktik berkelanjutan.

Sejalan dengan Strategi Bioekonomi Uni Eropa—yang bertujuan mengatasi perubahan iklim sembari mendorong ekonomi sirkular—Indonesia memiliki potensi besar untuk mendapatkan manfaat dari kerja sama internasional guna mengembangkan sektor bioekonominya. Melalui proyek bersama dan potensi pendanaan untuk inisiatif lingkungan serta target emisi nol bersih, Indonesia dapat mengakses dukungan finansial dan teknis untuk program bioekonomi. Hal ini memungkinkan terjalinnya kemitraan strategis antara pemangku kepentingan Indonesia dengan negara-negara Eropa atau lembaga penelitian.

Prof. Astrida menyampaikan bahwa saat ini ia tengah menjalin kerja sama aktif dengan akademi pertanian terkemuka di Lituania dan Eropa dalam pengembangan inisiatif bioekonomi. Kemitraan ini menawarkan peluang yang sangat berharga untuk: memfasilitasi alih teknologi yang disesuaikan dengan kebutuhan pertanian lokal, memperkuat kapasitas sumber daya manusia, dan mempercepat inovasi di sektor bioekonomi. Kerja sama internasional dalam kerangka Strategi Bioekonomi UE memungkinkan negara-negara seperti Lituania untuk mempercepat transisi menuju sistem pertanian yang lebih berkelanjutan, efisien, dan tangguh terhadap iklim—yang tidak hanya merespons tantangan lingkungan global tetapi juga mendukung pembangunan lokal dan ketahanan pangan.