Study Visit Cebcat 2025 di Vientiane, Laos: Memperkuat Kapasitas dan Kolaborasi Menuju Ekonomi Sirkular
Study Visit Cebcat 2025 di Vientiane, Laos: Memperkuat Kapasitas dan Kolaborasi Menuju Ekonomi Sirkular
Pada tanggal 22 hingga 26 September 2025, di Settha Palace Hotel, Vientiane, Laos, berlangsung sebuah kegiatan penting yaitu Study Visit Capacity Building yang bertujuan mendukung transisi menuju ekonomi sirkular. Acara ini menjadi wadah berkumpulnya para akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan dari berbagai institusi untuk berbagi ilmu, pengalaman, dan kemajuan proyek CEBCAT yang mereka jalankan bersama.
Hari pertama dimulai dengan registrasi dan sesi pembukaan yang hangat oleh tokoh-tokoh sentral seperti Wakil Rektor NUoL dan Koordinator Proyek CEBCAT. Para peserta yang antusias tampak semangat saat melakukan sesi foto bersama untuk mengabadikan momen awal kegiatan. Selanjutnya, mereka langsung terlibat dalam rapat konsorsium membahas laporan kemajuan berbagai paket kerja (work packages) dari institusi terkait, mulai dari USC, EuroTraining, ULBS, hingga institusi lainnya. Diskusi berjalan hidup, menunjukkan komitmen kuat semua pihak dalam menjaga kelancaran dan perkembangan proyek.
Di hari kedua, agenda lebih difokuskan pada implementasi rencana diseminasi hasil dan pelaksanaan kursus penguatan kapasitas. Peserta membahas hal-hal teknis seperti akreditasi dan aspek keuangan proyek, yang menjadi kunci keberlanjutan inisiatif ini. Selain pertemuan tatap muka, sesi evaluasi dengan Komite Penasihat Eksternal juga digelar secara virtual dari Spanyol, memperkuat jejaring global dalam proyek ini. Kesimpulan hari itu menghadirkan kesepakatan strategis guna menyempurnakan pelaksanaan program.
Hari ketiga menjadi puncak acara dengan rangkaian pelatihan intensif mengenai dasar keberlanjutan dan ekonomi sirkular, dibawakan para pakar dari ULBS. Peserta tak hanya mendapatkan wawasan mendalam secara teoretik, tapi juga kesempatan menjalin hubungan lebih erat lewat kegiatan budaya dan sesi jaringan. Pembicara tamu dari Delegasi Uni Eropa hingga lembaga pengembangan Prancis berbagi pengalaman berharga tentang pembangunan berkelanjutan di Laos. Malam harinya, acara resmi makan malam menghadirkan suasana hangat dan memperkokoh kolaborasi antar peserta.
Selain sesi pelatihan dan diskusi, peserta juga diajak mengenal kekayaan budaya setempat dan landmark penting kawasan sebagai bagian dari study visit ini. Keseluruhan kegiatan tidak sekadar menambah kapasitas dan pengetahuan, tetapi sekaligus membangun jejaring internasional yang esensial dalam mempercepat transformasi ekonomi berbasis sirkularitas di kawasan Asia Tenggara.
Dengan agenda yang terstruktur, intensif, dan penuh makna ini, Study Visit CEBCAT 2025 menjadi momentum penting yang menginspirasi upaya kolaboratif lintas negara dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Harapannya, hasil-hasil positif dari kunjungan ini dapat diadopsi dan disebarluaskan secara luas, memberikan kontribusi signifikan bagi masa depan ekonomi sirkular di seluruh kawasan.
