Tingkatkan Profesionalisme Siswa SMK, Dosen IPB Memberikan Pelatihan Komunikasi dan Presentasi yang Efektif
Tingkatkan Profesionalisme Siswa SMK, Dosen IPB Memberikan Pelatihan Komunikasi dan Presentasi yang Efektif
Bogor, 19 Juni 2025 — Sebuah pelatihan bertajuk “Komunikasi dan Teknik Presentasi Efektif di Tempat Kerja” resmi digelar di Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkunga, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, IPB University pada 19 Juni 2025 dengan tujuan meningkatkan kualitas interaksi dan presentasi profesional para Siswa dari SMK Putra Pelita Tenjolaya dan SMK Yapura I di lingkungan kerja. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali peserta dengan keterampilan berkomunikasi secara jelas, efektif, dan percaya diri dalam berbagai konteks pekerjaan, mulai dari komunikasi verbal dan non-verbal, hingga presentasi profesional yang berdampak.
Dr. Nia Kurniawati Hidayat menekankan pentingnya komunikasi sebagai pondasi produktivitas dan keharmonisan di kantor. Materi pelatihan mencakup prinsip komunikasi efektif, mendengarkan aktif, berbicara profesional, serta etika komunikasi baik secara langsung maupun melalui media digital seperti email, memo, dan pesan instan. Peserta juga dibekali strategi menyusun dan menyampaikan presentasi yang menarik serta berstruktur, guna memastikan pesan tersampaikan dengan optimal kepada audiens.
Sesi interaktif seperti latihan menuliskan dan mengirimkan pesan elektronik, presentasi singkat dan simulasi video conference turut menjadi bagian dari pelatihan, guna memberi pengalaman langsung kepada peserta. Dea Amanda, M.Si menekankan bahwa penguasaan terhadap teknologi digital dalam dunia kerja menjadi suatu bekal penting yang akan memperlancar pekerjaan di bidang apapun nantinya. Selanjutnya, Arini Hardjanto M.Si menjelaskan teknik mengatasi kegugupan, pengendalian bahasa tubuh, hingga pengelolaan konflik komunikasi di tempat kerja sebagai menjadi sorotan utama. Studi kasus nyata seperti rapat tim yang efisien, keberhasilan presentasi klien, dan strategi komunikasi saat restrukturisasi organisasi turut memperkuat pembelajaran.
Dr. Nuva menyampaikan bahwa pendekatan yang praktis dan aplikatif, pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan komunikasi individu, tetapi juga mendorong terciptanya lingkungan kerja yang lebih kolaboratif dan solutif. “Komunikasi yang kuat adalah investasi jangka panjang bagi karier dan budaya organisasi,” ujar Dr. Nuva dalam sesi penutup.
Sebagai tindak lanjut, peserta didorong untuk menetapkan target komunikasi personal dalam 30 hari ke depan dan terus mengasah keterampilan mereka melalui latihan rutin dan refleksi umpan balik. Dengan semangat belajar dan bertumbuh, pelatihan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam menciptakan tenaga kerja yang komunikatif, profesional, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja modern.
